
Download disini (klik)

Pontianak (11/2) --- Setelah berlangsung selama tiga hari, Rapat Kerja Daerah Kanwil Kementerian Agama Prov. Kalbar Tahun 2010 yang diikuti seluruh Satker di Kalbar bertempat di Ruang Takalar, Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kamis 11 Februari 2010 ditutup secara resmi oleh Kakanwil Drs. H. Rasmi Sattar, M.Pd.
Dalam pengarahan akhirnya, Rasmi mengemukakan beberapa hal aktual yang perlu menjadi fokus seluruh pegawai Kementerian Agama Prov. Kalbar guna mendukung program Visit Kalbar 2010 yang telah dicanangkan Gubernur Kalbar, 31 Desember 2009 lalu. Adapun peran-peran yang dapat dimainkan oleh pegawai Kementrian Agama dalam masyarakat antara lain : pertama, dalam segi keamanan. Tentu bukan dalam arti fisik seperti polisi atau tentara, tetapi dalam arti moral agama. Yakni bagaimana memperbaiki moralitas keagamaan masyarakat sehingga tidak bertindak kriminal yang akan menggangu keamanan masyarakat dan wisatawan yang datang berkunjung ke Kalbar.
Kedua, semakin memantapkan kerukunan umat beragama dan kerukunan etnis yang beragam di Kalbar ini. Ketiga, berlaku tertib dalam berlalu lintas. Seluruh pegawai di lingkungan Kementrian Agama Kalbar diminta mentaati peraturan lalu lintas walau tidak ada polisi yang menjaga. Perlu juga digalakkan tertib berlalu lintas ini melalui jalur pendidikan di madrasah-madrasah/sekolah-sekolah dan pontren kepada seluruh anak didik. Keempat, menjaga kebersihan kantor-kantor Kementrian Agama di semua tingkatan, di rumah-rumah ibadah semua agama. "Jangan sampai ruang kantor terlihat seperti gudang," tegas Rasmi. Kelima, menjaga kesehatan individu dan masyarakat sehingga tidak muncul wabah penyakit, seperti DBD dan lain sebagainya.
Rasmi juga menekankan kembali perlunya pegawai Kementerian Agama meraih tiga sukses, yakni sukses dalam rumah tangga, sukses dalam masyarakat dan sukses di tempat kerja. (ZA/Hms)
Download : KMA 1 Tahun 2010 di sini
Fenomena alam gerhana matahari akan kembali mampir di Indonesia, Jumat (15/1/2010) besok. Gerhana ini bisa dinikmati warga Jakarta pukul 14.33-16.00 WIB. Siapkan peralatan jika ingin melihatnya!Menurut Profesor Riset Astronomi Lapan Bandung Thomas Jamaludin, gerhana matahari cincin hanya melewati Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan China. Daerah lain termasuk Indonesia hanya mendapat gerhana matahari sebagian.
"Di Indonesia akan terlihat di Sumatera 10-60 persen, Jawa Barat dan Tengah 0-12 persen, Kalimantan 0-20 persen, Sulawesi 0-5 persen. Yang lain tidak kebagian," kata Thomas kepada detikcom, Kamis (14/1/2010).
Lama gerhana diperkirakan sekitar 2 jam, mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Nah, untuk mereka yang tinggal di Jakarta, gerhana akan terjadi pukul 14.33-16.00 WIB dengan kegelapan hanya 11 persen. Di Bandung, gerhana terjadi pukul 14.39-15.55 WIB dengan kegelapan 8 persen.
"Kalau tidak tertutup mendung atau hujan, nanti bisa terlihat," jelas Thomas.
Menurut dia, gerhana ini bisa lebih leluasa dinikmati di Sumatera karena lebih dekat ke jalur gerhana cincin. Lhokseumawe akan mendapat gerhana 53,7 persen pada pukul 13.45-16.44 WIB, Medan akan mendapatkan gerhana 47,1 persen pada pukul 13.50-16.40 WIB, sedangkan Padang mendapatkan gerhana dengan kegelapan 34,1 persen pada pukul 13.57-16.27 WIB.
Jika anda ingin melihat gerhana, jangan lupa memakai kaca mata hitam untuk keamanan mata. Gerhana matahari juga bisa dilihat dengan plastik film, atau klise foto bekas.
"Bisa juga melubangi kertas dengan jarum. Sorot matahari yang lewat lubang jarum bisa direfleksikan ke tanah, kertas atau media lain. Nanti gerhananya kelihatan di situ," pungkas Thomas.
